HMI : Perkaderan sebagai Basis Pergerakan

Sebagai organisasi yang bertujuan terbinanya mahasiswa Islam menjadi Insan Ulil Albab (manusia berfikir) yang di ridhoi Allah SWT. Maka semua ikhtiar yang dilakukan semata-mata untuk mewujudkan cita-cita yang mulia terhadap bangsa Indonesia dan agama Islam itu sendiri. HMI menerapkan upaya pencapaian dengan meningkatkan semangat dalam membuat perubahan, baik secara individu maupun kolektif dari sistem manajerial serta meningkatkan intelektualitas dalam gambaran tahap-tahap perkaderan yang dapat ditransformasikan dalam bentuk gagasan, kerja dan amal shaleh yang berlandaskan semangat perjuangan.

Sistem Kaderisasi yang melahirkan para kader-kader militan, diharapkan menjadi tulang punggung untuk melanjutkan perjuangan organisasi kedepannya dan sekaligus membentuk realitas sosial HMI yang plural seperti miniatur kecil dari bangsa Indonesia itu sendiri. Polarisasi yang dibangunpun demikian sejalan dengan bangsa Indonesia yaitu melahirkan perubahan kepada arah yang lebih baik.

HMI mengedepankan tipologi pemahaman kader yang dipenuhi dengan keilmuan, tak lupa juga disertai dengan pemahaman terhadap Islam sebagai ideologi gerak organisasi, yang selalu dijaga. Meskipun terkadang mengalami metamorfosis seiring perkembangan zaman namun sekali lagi tidak merubah esensi dan subtansi makna ilmu dan Islam itu sendiri.

HMI sendiri, tak menafikan politik karena dimaknai juga sebagai perkaderan maupun usaha yang dilakukan untuk mencapai tujuan organisasi. Sebab dalam mencapai tujuan organisasi membutuhkan seperangkat metode seperti ideologi, politik, strategi dan taktik untuk membaca segala kemungkinan-kemungkinan yang datang sebagai tantangan zaman. 

Gerakan ini, seringkali terimplementasi disetiap gerakan sosial HMI dengan paradigma gerakan perkaderan sebagai basis pergerakan, dimana gerakan tersebut juga menjadi ikhtiar kader dalam mengabdi kepada masyarakat umat dan bangsa Indonesia dalam mencapai tujuan organisasi.

HMI sendiri, ditampilkan sebagai organisasi yang dinamis dan progresif dalam mendalami keilmuan dan melihat medan perjuangan yang ada dipermukaan bumi. HMI diupayakan harus dapat membaur dengan zaman sehingga model gerakannya selalu kontekstual dengan tantangan zaman itu sendiri. Sebaliknya jikalau HMI hanyalah dianggap sebagai wadah yang menghimpun mahasiswa Islam dan tidak di pahami sebagai organisasi pergerakan maka gerakan sosial HMI akan melemah dan bahkan mengalami kematian semu.

Lihat Juga :  


Macam-Macam Organisasi Eksternal Mahasiswa di Luar Kampus

Kemudian dari semua itu, upaya mewujudkan cita-cita mulia HMI haruslah dibarengi dengan kelanjutan perkaderan yang terus-menerus dilaksanakan, ditambah dengan pendalaman dari segi keilmuan dan keimanan islam yang terintegrasi dalam diri setiap kader-kader HMI itu sendiri.

Pengkaderan HMI

Demikianlah argumentasi yang terlahir dalam pengalaman inderawi yang di kawin silangkan bersama dengan rasionalitas bagaimana sebuah organisasi itu bergerak dan hidup. Terimakasih.

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel