Belajar Memahami Filsafat dari Ciri-Ciri Berfilsafat

Filsafat adalah kata yang sering kali digambarkan sebagai sosok ilmu yang menyesatkan, terlebih pada pemahaman orang yang keliru dengan mengatakan betapa rumit dan sulitnya untuk mengerti kajian-kajian terkait filsafat. Selain itu, sebagian merasa apapun yang dimunculkan oleh seorang filsuf terkait filsafat terlalu mengawang-awang, tidak sesuai dengan kehidupan sehari-harinya. 

Padahal tanpa disadari bahwa apa yang disampaikan oleh seorang filsuf merupakan sesuatu yang pokok dalam kehidupan manusia dan kemungkinan menerangkan apa yang terjadi pada kehidupan sebelumnya dan sesuatu yang akan terjadi dikemudian harinya.

Dinamika yang terjadi diatas disebabkan karena kegagalan dari sebagian orang mencerna perkataan-perkataan yang visioner dan dapat diasumsikan sebagai bentuk kewajaran, karena tidak semua memiliki kesenangan dalam berpikir apalagi berfilsafat yang telah dicap stereotip buruk seperti diatas.

Namun pemikiran seperti diatas tidak bisa dibiarkan pada posisinya yang keliru, saya ingin berkata tanpa disadari semua orang pernah berfilsafat, misalnya kebiasaan semua orang untuk berpikir dan mempertanyakan seperti, kenapa harus begini?, kenapa harus begitu? Seharusnya begitu, seharusnya begini atau kenapa saya hidup? Kenapa dihutan banyak pohon dan hewan? Siapa itu Tuhan, dimana dia tinggal?. Pertanyaan-pertanyaan diatas ini sebenarnya sudah dapat dikatakan sebagai objek pemikiran filosofis atau cara berfikir secara filsafat.

Oleh karena itu, sebetulnya kita semua telah berfilsafat secara tidak langsung dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan filosofis diatas dan secara langsung terlibat dalam pengujian dan analisis filosofi serta telah memegang satu ciri berfilsafat yaitu berfikir.

Perbedaan mendasar dari kita dengan seorang filsuf dalam hal berfilsafat ialah seorang filsuf melakukan semua itu dengan cara yang memenuhi segala ciri-ciri orang berfilsafat "sistematis" sehingga menghasilkan kadar keilmuan yang lebih tinggi dan terarah.

Filsafat sendiri adalah suatu pemikiran dan kajian-kajian kritis terkait semua kebenaran dibalik yang terlihat dan yang terlihat, dengan melalui pencarian dan anilisis konsep dasar mengenai semua kegiatan yang bersifat pemikiran demi menciptakan kebijaksanaan dan pertimbangan yang lebih baik.

Karl Proper (1902-1994) seorang filsuf dan profesor pernah berkata, " Kita semua mempunyai filosofi yang masih menjadi misteri dan tugas pokok dari filsafat adalah menyelediki berbagai filosofi itu secara kritis" pernyataan Karl Proper ini membawa kita yang baru mau belajar filsafat memiliki harapan baru serta pengertian baru dalam memandang filsafat yang dikesankan rumit dan kompleks. 


Dengan harapan yang diberikan kepada semua manusia atau orang yang ingin mendalami filsafat, saya pikir langkah selanjutnya dalam menapaki arah berfilsafat ialah dengan memahami tiga landasan awal dari ciri-ciri dalam berfilsafat, sebab berfilsafat adalah berfikir namun tidak semua berfikir mencukupi kebutuhan dalam berfilsafat oleh karena itu dibutuhkan ciri atau karakter eksklusif dalam berfikir filsafat, dengan demikian paradigma filsafat kita akan terbangun secara kokoh. Demikian ciri-ciri atau langkah-langkah dalam berfilsafat:

1. Radikal

Radikal memiliki unsur kata Radix dari bahasa Yunani yang berarti 'akar'. Berfikir secara radikal merupakan metode berpikir sampai ke akar-akar persoalan atau berfikir yang dalam sampai pada kepada hasil yang fundamental dan esensial.

2. Sistematis

Cara berfikir sistematis atau sistemik ialah metode berfikir yang mengikuti pola dan metode berfikir yang runtut dan logis meskipun spekulatif. Dengan kata lain berfikir sistemik merupakan berfikir logis dengan bergerak selangkah demi selangkah (step by step) dengan penuh kesadaran. Langkah yang dilakukan berupaya menghindari terjadinya jumping conclusion dalam menetapkan conclusi "kesimpulan".

3. Universal

Berfikir secara Universal atau keseluruhan merupakan cara berfikir yang luas dan tidak pada aspek-aspek tertentu, namun lebih bersifat holistik dan konkret.

Dari ketiga landasan awal dalam berfilsafat diatas, sebagian para ahli filsafat menambahkan ciri-ciri berfilsafat seperti berikut :

1. Kritis

Cara berfikir kritis dimaksud sebagai cara berfikir yang mempertanyakan segala sesuatu dan tidak menerima secara gamblang segala sesuatu yang ingin diteliti dan sudah diteliti sebelumnya.

2. Analisis

Cara berfikir analisis ialah cara berfikir secara ilmiah dengan mengkaji segala sesuatu secara menyeluruh berdasarkan kaidah-kaidah hukum ilmiah.

3. Deskriptif

Yaitu dengan membuat gambaran terperinci tentang sesuatu dan menjelaskan dengan jelas dan tegas, mengapa sesuatu terjadi begini dan begitu. 

Belajar Memahami Filsafat dari Ciri-Ciri Berfilsafat

Demikian penjelasan ciri-ciri berfilsafat, selebihnya jika kita berpatokan dalam kaidah berfikir secara filsafat diatas, tentunya upaya memahami pemikiran filsafat akan dengan mudah dipahami. Sebagian dari kita merasa filsafat sebagai ilmu yang sulit disebabkan ketidakinginan diri sendiri untuk tidak mau mempelajari bukan karena ketidakmampuan kita dalam memahami filsafat. Terimakasih, Selamat mencoba.

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel