Teori Kebangsaan Menurut Filsuf Ernest Renan

Joseph Ernest Renan lahir di Treguler, bretagne 28 Februari 1823 meninggal di Paris 2 Oktober 1892 pada umur 69 tahun. Ernest Renan merupakan seorang filolog, sastrawan, filsuf dan sejarawan Prancis.

Ernest Renan juga merupakan seorang anggota ahli dari Academmie Francaise, Prancis pada tahun 1878. Ernest Renan memiliki pandangan dalam hakikat satu Bangsa atau Nation yang ditinjau dengan kajian ilmiah berdasarkan Psychology etnis. 

Setelah melakukan tinjauan historis tentang perkembangan masyarakat zaman purba dan zaman pertengahan sampai abad XIX Masehi mengenai bentuk-bentuk pergaulan hidup beserta timbul tenggelamnya berbagai bangsa dalam sejarah kehidupan. maka akhirnya seorang Renan sampai pada penegasan tentang prinsip-prinsip bangsa. 

Pokok-pokok pikiran suatu bangsa yang di kemukakan seorang Renan adalah sebagai berikut :


1. Bahwa bangsa adalah suatu jiwa, suatu asas kerohanian

2. Bahwa bangsa adalah suatu solidaritas yang besar

3. Bangsa adalah suatu hasil sejarah, oleh karena sejarah berkembang terus maka kemudian Renan mengatakan bahwa: Bangsa adalah bukanlah suatu yang abadi

4. Wilayah dan ras bukanlah suatu penyebab timbulnya bangsa. Wilayah memberikan ruang-ruang dimana bangsa hidup, sedangkan manusia membentuk hidupnya. 


Dalam kaitan diatas inilah Renan sampai pada suatu kesimpulan bahwa bangsa adalah suatu jiwa, suatu asas kerohanian. Lebih jauh dari itu Ernest Renan menjelaskan serta menegaskan terkait faktor-faktor yang membentuk jiwa bangsa ialah sebagai berikut :

1. Kejayaan dan kemuliaan di masa lalu

2. Sebuah keinginan untuk hidup bersama baik di masa sekarang atau masa mendatang

Penderitaan-penderitaan bersama menjadikan semua itu merupakan suatu model sosial atau Le capital sosial dalam pembentukan dan pembinaan pemahaman kebangsaan. Namun yang lebih penting lagi adalah bukan apa yang mengakar di masa silam melainkan apa yang harus dikembangkan pada masa yang akan datang. 

Terkait hal ini membutuhkan suatu persetujuan bersama pada waktu sekarang yaitu suatu musyawarah demi mencapai suatu kesepakatan bersama disaat sekarang yang mengandung hasrat, kemauan untuk hidup bersama dengan kesediaan untuk berani memberikan suatu pengorbanan. Oleh karena itu bilamana suatu bangsa ingin hidup maka kesediaan untuk berkorban ini harus terus dikembangkan.

Dari semua uraian terkait bangsa diatas Joseph Ernest Renan memberikan pengertian terhadap bangsa sebagaimana berikut, 'Bangsa adalah sebuah kelompok manusia yang memiliki perbedaan dalam sebuah ikatan batin kemudian dipersatukan karena memiliki persamaan dari segi cita-cita dan sejarah yang sama.

Demikian uraian singkat terkai bangsa dari seorang tokoh asal Prancis yaitu Joseph Ernest Renan, sebagian dari kita mungkin bertanya kenapa saya menuliskan pemikiran dari seorang Renan. Sejujurnya saya mengetahui atau mengenal seorang Renan tidaklah secara langsung dengan membaca bukunya What Is a Nation ? (Apakah Bangsa itu ?).


Melainkan ketika saya membaca jurnal penelitian terkait Sejarah Indonesia yang dimana Ir. Soekarno pernah mengutip pendapat seorang Renan dalam pidatonya pada 1 Juni 1945. Bung Karno mengatakan "syaratnya bangsa adalah kehendak untuk bersatu". Pidato dan kutipan ini sekaligus mengiringi kelahiran Pancasila waktu itu.

Awin Buton

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel