Mengapa Tak Mau Jadi PNS ? Idealis yang Rabun

Pada tulisan kali saya akan sedikit mencoba memberikan opini tentang orang-orang yang katanya idealis dengan berkata untuk apa jadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) tanpa itu juga kita dapat hidup mandiri tanpa harus bergantung dengan pemerintah. Saya menulis ini bukan berarti saya seorang PNS, namun tidak menutup kemungkinan saya juga akan ikut seleksi CPNS jika memiliki kesempatan nantinya.

Mereka berkata ini merupakan prinsip hidup mereka dengan tidak mau menjadi PNS, ada juga yang mengatakan ini adalah idealisme mereka dengan berbagai alasan yang menjadi dasar pilihan mereka ini.

Terdapat beberapa alasan yang sering muncul yaitu mereka tidak mau terlibat dalam sistem pemerintahan yang menurut mereka kadang tidak sesuai dengan tujuan pembangunan yaitu mensejahterakan rakyat, mereka semakin tidak mau dengan melihat berbagai kasus korupsi yang terjadi di lingkup pemerintahan dan tidak mau terlibat dalam hal buruk seperti itu dengan adanya oknum yang sering ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Pemikiran seperti ini pernah juga saya dan beberapa orang teman alami ketika masih menjadi mahasiswa dan beberapa tahun menjadi alumni atau telah selesai menyelesaikan studi. Kami juga saat itu berpikir tentang hal yang sama dengan orang-orang yang saat ini tidak tertarik menjadi seorang PNS.

Namun, seiring perkembangan zaman, pemikiran saya dan teman-teman mulai berubah dengan menjadi lebih dewasa dan bijak dalam berpikir tentang prinsip hidup atau idealis. Bukan berarti kita sepakat denga hal-hal seperti korupsi atau tidak mengutamakan kepentingan rakyat tapi pada dasarnya tidak ada yang salah dengan menjadi Pegawai Negeri Sipil, kesalahan-kesalahan yang terjadi hanya berhubungan dengan oknum terkait bukan tentang pangkat atau jabatan yang diembannya.

Apapun pekerjaan kita selama kita menjalaninya dengan baik sesuai dengan aturan yang berlaku maka akan baik-baik saja. Apapun pekerjaan kita lakukan dengan niat yang tidak baik misalnya mau memperkaya diri sendiri dan merugikan orang lain atau masyarakat maka hasilnya akan buruk juga bahkan mungkin kita akan terlibat dalam kasus korupsi.

Mengapa Tak Mau Jadi PNS ?


Ada juga yang mengatakan tanpa menjadi PNS juga mereka mampu sejahtera, ada yang mengatakan tidak mau menjadi bawahan dan mau mandiri dengan membuka usaha sendiri tanpa harus menjadi penjilat atau mengikuti apa saja yang diperintahkan oleh atasan.

Pertanyaannya, apakah anda mampu membangun usaha dari nol hingga sukses dalam waktu singkat ? Apakah anda mampu menjamin usaha anda tidak akan bangkrut ? Apakah anda mampu menjadi pengusaha yang siap jatuh bangun ? Apakah anda mampu menjadi lebih sejahtera tanpa menjadi PNS saat ini ?

Baca juga : Fenomena Seleksi CPNS : Jangan Mendahului Kehendak Tuhan

Ada juga yang terlihat lucu seperti orang yang anti PNS tapi bekerja dengan orang lain menjadi karyawan dalam sebuah usaha, perusahaan dan lain-lain. Sama saja seperti itu ! anda tetap menjadi bawahan juga dan omong kosong dengan idealisme anda 😀

Mengapa Tak Mau Jadi PNS ? Idealis yang Rabun

Beberapa orang-orang yang tidak mau menjadi PNS dulu, kini telah berubah pikiran dan mau mengikuti seleksi CPNS. Tekanan kehidupan yang telah mereka jalani membuat pikiran mereka menjadi lebih bijak, biaya kehidupan yang semakin tinggi setelah menikah membuat mereka menjadi lebih dewasa dalam berpikir.

Baca juga : Passing Grade Menjadi Tekanan Akademik

Padahal, apapun pekerjaan kita akan menjadi berkah dan halal selama kita menjalaninya dengan cara-cara yang baik. Bukan tentang apa pekerjaanya tapi bagaimana cara kita melakukan pekerjaan tersebut.

Padahal jika dilihat, banyak juga PNS yang juga menjadi pengusaha kenapa anda tidak seperti itu saja. Usaha tetap dijalankan tanpa harus menjadi orang yang anti dengan PNS. Jika menjadi PNS dan membuka usaha kita berada pada titik aman ketika mengalami bangkrut atau usaha yang kita lakukan tidak mengalami kemajuan karena penghasilan sebagai PNS tetap ada.

Hidup ini tidak seburuk yang kita pikirkan dan hidup ini tidak semudah yang kita rencanakan. Bijak dan cerdaslah dalam menjalani kehidupan tanpa harus menjadi orang dengan idealis yang kebablasan.

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel