Pemikiran Karl Marx Tentang Pertentangan Kelas

Pemikiran Karl Marx Tentang Pertentangan Kelas - Siapa yang tidak mengenal Marx, Karl Marx seorang tokoh besar dunia. Marx dalam bukunya yang berjudul Communist Manifest, mengungkapkan bahwa sampai saat ini, sejarah masyarakat di berbagai tempat di muka bumi ini adalah sejarah pertentangan kelas. Kaum bangsawan dengan rakyat jelata, si merdeka dan si budak serta tuan dan pesuruhnya, atau dengan kata lain yaitu penindas dan yang ditindas. Menurut Marx, posisi yang berhadap-hadapan ini akan selalu ada dan tidak dapat dibantah. Sekarang perlahan tapi pasti akan ada perang terbuka, perang untuk merekonstruksi masyarakat pada umumnya dan khususnya untuk menghancurkan kelas penguasa.

Nah penyampaian marx di atas dapat diasumsikan sebagai pesan bahwa eksistensi manusia bukan ditentukan oleh sejarah kelahirannya dan bukan pula ide-ide yang seorang miliki melainkan lebih sering dikendalikan oleh faktor ekonomi yang dapat membuat manusia harus survive untuk bertahan dalam hidupnya. Sebab bila kebutuhan ekonomi telah terpenuhi maka dengan sendirinya manusia akan mampu memenuhi kebutuhan, keperluan dan keinginannya yang lain.

Semisalnya dalam sebuah kasus keluarga, dimana seseorang yang telah memiliki istri dan anak maka kebutuhannya akan ekonomi menjadi bertambah. Perihal dinamika ini secara langsung menuntut seseorang pada pemenuhan kebutuhan hidup secara lebih kompleks. Maka dalam pemenuhan kebutuhan itu, Marx mengatakan bahwa hanya bisa dengan membangun dan mengembangkan apa yang disebut sebagai bentuk produksi (mode of production).

Sebab demi memenuhi kebutuhan hidupnya manusia akan mencari peluang kerja, dengan begitu manusia akan terlibat hubungan kerja dengan manusia lainnya dan saling berhubungan dalam pekerjaan tersebut. Keadaan inilah yang oleh Marx disebut Relation of production. Semisalnya hubungan antara nelayan dengan pembuat jala, petani dan pedagang dan hubungan lainnya. Menurut Marx hubungan manusia seperti inilah yang lebih alami, karena mereka bisa menikmati kehidupannya lebih alami tanpa ada benturan kepentingan di sesama mereka.

Namun bagi Marx, masyarakat atau manusia akan mengalami perubahan ketima mereka telah mengenal hak milik pribadi atau apa yang disebut Privaci, dimana hubungan produksi diantara mereka akan mengalami perubahan secara signifikan karena si nelayan mengklaim kepemilikannya atas perangkat nelayan, dan si petani juga melakukan hal yang sama dengan mengklaim tanah dan hasil pertanian adalah miliknya. Maka yang terjadi adalah hubungan di antara mereka hanya akan terjadi apabila ada proses ekonomi didalamnya, yaitu hanya saat terjadinya tukar menukar barang.

Dengan begitu maka model produksi yang dilakukan oleh masyarakat menjadi berubah karena ada sebagian dalam masyarakat yang tidak hanya memiliki berbagai produk pangan tapi juga menguasai tanah. Sebaliknya konsukuensi masyarakat yang tidak memiliki tanah akan menjadi pekerja untuk tuan-tuan tanah diatas, dan hal ini menimbulkan sikap ketergantungan yang sangat besar. Sebab hak milik pribadi dan pertanian merupakan dua hal yang sekaligus mendorong terjadinya satu krisis hebat dalam kemanusiaan, atau yang dimaksud Marx yaitu pembentukan kelas-kelas berdasarkan kekuatan dan kekayaan, sekaligus yang memunculkan konflik kelas secara permanen.

Di era sekarang dapat terlihat apa yang dikatakan oleh marx, dimana masyarakat telah diperkenalkan dengan kapitalisme yang mengajukan model produksi dalam bentuk perdagangan dan pabrik. Hal ini juga telah membentuk jurang baru masyarakat yakni tetap akan ada tuan dan pekerja. Jurang pemisah dalam perkembangan sistem kapitalisasi dapat dilihat dalam kondisi para buruh, dimana para buruh terus menerus di tuntut untuk bekerja "dieksploitasi" oleh majikan mereka, sementara kenyataan upah atau kondisi ekonomi yang didapat sangat tidak seimbang.

Maka tidak heran bila dibalik kondisi-kondisi inilah yang menciptakan pertentangan kelas antara buruh dan majikan yang membuat para buruh nekat melakukan perlawanan,protes dan melakukan pemboikotan atas alat produksi dan lahan milik majikannya. Kemudian situasi ini Akan juga mengkompori para majikan untuk melakukan perlawanan pemilik lahan dan usaha sehingga terjadinya benturan keras antara kedua pihak.

Atas dasar teori dan pemikiran marx yang telah membumi inilah yang menyadarkan para masyarakat yang belum sepenuh menyadari keadaan mereka dan sekaligus menyeruhkan kepada kaum proletar untuk mempersiapkan diri sewaktu-waktu dibutuhkan langkah-langkah terjadinya perubahan "revolusi".


Demikinlah uraian Pemikiran Karl Marx Tentang Pertentangan Kelas dalam faktor penyebab terjadinya pertentangan kelas dalam pemikiran seorang Karl Marx. Terima kasih.

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel