4 Tokoh Filsafat Eksistensialisme Berpengaruh

Eksistensialisme adalah suatu aliran pemikiran filsafat yang beranggapan bahwa manusia memiliki kebebasan dalam melakukan satu tindakan dan juga bertanggung jawab atas tindakan yang dilakukannya tanpa memikirkan terlebih dahulu antara tindakan yang baik maupun buruk.

Dasar lain dari Eksistensialisme memandang bahwa manusia tidak dapat dibelenggu dengan aktivitas lain yang dimana dapat membuat manusia kehilangan hakikat dalam hidupnya, yaitu manusia yang bereksistensi.

Jika dipandang dari terminologi Wikipedia. Maka Wikipedia mengatakan Eksistensialisme merupakan tradisi pemikiran filsafat yang terutama diasosiasikan Kepada beberapa filsuf di masa abad ke-19 dan ke- 20 yang sepaham bahwa pemikiran filsafat bermula dengan subyek manusia, bukan hanya subyek manusia yang berfikir, tetapi juga individu manusia yang melakukan, yang merasa dan yang juga hidup.

Tokoh Filsafat Eksistensialisme


Berikut adalah tokoh-tokoh berpengaruh dalam pemikiran filsafat eksistensialisme

1. Soren Aabye Kierkegaard

Soren Aabye Kierkegaard adalah seorang filsuf dan teolog di abad ke-19, yang lahir pada 5 Mei 1813 dan meninggal pada 11 November 1855.

Sepanjang hidupnya Kierkegaard dikenal lebih religius ketimbang filosofis, akan tetapi kemudian Kierkegaard justru dikenal sebagai bapak Filsafat Eksistensialisme karena perannya dalam menjembatani jurang yang ada pada pemikiran hegelian.

Karya-karyanya sering kali digambarkan sebagai eksistensialisme gereja dan psikologi eksistensial, sebab banyak karyanya yang membahas terkait masalah agama misalnya, lembaga gereja Kristen, etika dan teologi Kristen, dan emosi serta perasaan individu Ketika telah diperhadapkan oleh pilihan-pilihan eksistensial.

Kierkegaard berpandangan eksistensi manusia merupakan suatu eksistensi yang dipilih melalui kebebasan atau eksistensi manusia bukanlah sesuatu yang diam, akan tetapi manusia selalu bergerak menuju kemungkinan kemungkinan. Dimana Kierkegaard mengatakan harus ada keberanian dalam diri manusia untuk mewujudkan apapun yang dimungkinkan itu.

2. Fyodor Mikhailovich Dostoyevsky

Fyodor Mikhailovich Dostoyevsky merupakan seorang sastrawan besar asal Rusia, yang lahir pada 11 November 1821 dan meninggal pada 28 Januari 1881.

Lewat karya-karyanya selalu menampilkan kecerdasan terkait analisis tentang psikologi dengan menampilkan tokoh-tokoh yang dalam keputusasaan dan pikiran sangat ekstrim, serta kajian mendalam terkait politik, sosial dan spiritual di Rusia saat itu. 

Pemikiran dari karya-karyanya yang menganalisis secara kritis terkait kejadian eksistensial individu yang digambarkan dengan beberapa tokoh dalam karyanya, terkadang ia disebut sebagai salah satu pendiri filsafat eksistensialisme terlebih dalam karyanya yang berjudul, 'Catatan-catatan Dari Bawah Tanah'. yang dari tulisannya ini digambarkan oleh seorang filsuf dan penyair Jerman-Amerika yang bernama, Walter Kaufman sebagai Karya terbaik untuk Eksistensialisme yang pernah ditulis.

3. Friedrich Wilhelm Nietzsche

Nietzsche lahir di Saxony, Prusia pada 15 Oktober 1844 dan menghembuskan nafas terakhirnya di Weimar 25 Agustus 1900 di usianya yang ke 55 tahun.

Nietzsche dikenal sebagai seorang filsuf dan seorang Filologi, Kritikus Budaya, Penyair dan Komposer asal Jerman.

Nietzsche merupakan tokoh utama dari filsafat eksistensialisme modern yang ateistis. Bagaimana Nietzsche dikatakan seorang filsuf Eksistensialisme karena perannya dalam membicarakan keberpihakan kepada manusia dengan mengatakan bahwa kehidupan itu sangat tidak rasional dan menegaskannya dengan cara melalui sejarah, doktrin agama dan sains yang dimana membawa manusia terasing dari keberadaan hakikinya yaitu kehendak untuk berkuasa.

4. Jean Paul Sartre

Jean Paul Sartre adalah seorang filsuf kontemporer dan penulis asal Prancis yang lahir di Paris 21 Juni 1905 dan meninggal di Paris 15 April 1980 di usia 74 tahun.

Jean Paul Sartre dianggap sebagai orang yang mengembangkan pemikiran dalam Eksistensialisme dengan menekankan pada kebebasan manusia dengan mengatakan kebenaran itu bersifat relatif. dimana, manusia diciptakan kebebasan untuk mengatur dan menentukan dirinya. Sebab semua manusia bebas mengekspresikan sesuatu yang menurutnya benar karena Sartre memiliki pandangan bahwa Eksistensi lebih dulu dibandingkan esensi. 


Demikianlah tokoh-tokoh pemikir filsafat eksistensialisme yang dianggap menjadi pelopor awal hadirnya eksistensialisme. 

Tokoh Filsafat Eksistensialisme

Tentu banyak tokoh yang selanjutnya memperkaya pemikiran filsafat eksistensialisme, namun dalam tulisan ini hanya difokuskan pada tokoh pemikir awal filsafat eksistensialisme, tanpa memandang kecil tokoh-tokoh eksistensialisme lainnya.

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel