Sosiologi serta Pemikiran Tokoh-Tokoh Sosiologi Bagian I

Sosiologi merupakan salah cabang ilmu sosial, Sosiologi berasal dari kata latin yaitu Socius yang berarti kawan atau sahabat dan kata Yunani Logos yang memiliki makna Pengetahuan.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Sosiologi adalah ilmu pengetahuan atau ilmu tentang sifat dan perkembangan masyarakat, ilmu tentang struktur sosial, proses sosial dan perubahan sosial.

Wilayah lain dari ilmu Sosiologi adalah melakukan pemeriksaan dalam dinamika atau tindakan pada bagian-bagian masyarakat serta menyusun sosial seperti, komunitas, populasi institusi, gender, ras dan kelompok umur. Dilain sisi sosiologi juga mempelajari status sosial dan mendalami gerakan sosial dalam bentuk kejahatan, penyimpangan dan juga gerakan revolusi.

Berikut adalah nama tokoh-tokoh pemikir Sosiologi dan pemikiran Sosiologi-nya :

1. Agust Comte (1798-1857


Agust Comte dikenal sebagai bapak Sosiologi yang terkenal dengan pemikiran-pemikirannya tentang Positivisme atau tahapan pemikiran manusia, dimana tahapan pemikiran manusia di bagi menjadi tiga atau disebut juga Hukum 3 Tahap oleh Agust Comte sebagai berikut :

Tahap Teologis

Tahap ini ditandai dengan kepercayaan manusia pada benda-benda yang dianggap sakral dan memiliki kekuatan. Dalam tahap Teologis sendiri ini juga dibagi menjadi tiga yaitu:

1. Tahap fetisisme

tahap dimasa manusia benar-benar mengakui kekuatan yang dimiliki oleh sebuah benda. Contohnya, seperti kepercayaan dalam masyarakat Indonesia yang meyakini secara turun-temurun adanya kekuatan pada benda seperti Keris, Pohon besar, Batu Besar dan Gunung-gunung.

2. Tahap politeisme

Tahap Politeisme adalah tahap dimana manusia mempercayai beragam dewa-dewa, contohnya seperti misalnya mitos yang terbangun di Yunani kuno

3. Tahap monoteisme

tahap ini ditandai dengan tahap kepercayaan pada hanya satu Tuhan. Di Indonesia sendiri termasuk dalam monoteisme disebabkan 6 agama yang diakui di Indonesia menyembah hanya pada satu Tuhan masing-masing agamanya.

2. Tahap Metafisik

Tahap keseimbangan antara kepercayaan terhadap Tuhan dan pemikiran manusia. Dengan kata lain di Fase Metafisik pemikiran manusia mulai menunjukkan Usaha-usaha untuk memahami pemikiran kenyataan akan tetapi belum bisa membuktikan dengan fakta. 


Fase Positivisme, fase ini ditandai dengan pemikiran manusia untuk menemukan hukum-hukum pikiran dan menghubungkan lewat fakta. Dimana di fase inilah manusia pengetahuan manusia berkembang dan dibuktikan lewat fakta dan melalui penelitian ilmiah.

2. Max Weber (1864-1920 M)

Max Weber adalah seorang ahli politik, ekonom, geograf dan sosiolo, yang berasal dari Jerman. Max Weber terkenal dengan pemikirannya tentang sosiologi yang dikenal dengan nama Tindakan Sosial. Dimana yang dimaksudkan tindakan sosial adalah tindakan manusia atau perilaku manusia dipengaruhi orang lain atau mempengaruhi orang lain.

Max Weber membagi tindakan sosialnya menjadi empat bagian sebagai berikut :

Rasional Instrumental

Rasional ialah tindakan yang bisa diterima oleh akal dan Instrumental tindakan yang dilakukan menggunakan cara-cara. Maka secara keseluruhan tindakan rasional Instrumental adalah tindakan manusia dalam mencapai tujuannya dengan cara-cara atau dengan pertimbangan-pertimbangan tertentu untuk mensukseskan tujuannya. Misalnya seseorang ingin memasuki Universitas ternama, maka instrumen yang harus dipilih, seperti belajar lebih giat, mengikuti les tambahan dimasa menjelang tes masuk Universitas. Inilah yang disebut tindakan rasional Instrumental.

Tindakan Rasional Berorentasi Pada Nilai

Tindakan ini masih didasari pada apa yang masuk akal, tetapi berorientasi pada nilai, nilai yang berlaku dalam lingkungan masyarakat, misalnya nilai agama pada lingkungan pondok pesantren maka yang terjadi ialah ketika manusia bertindakpun harus sesuai dengan lingkungan tersebut. Misalnya dalam cara berpakaian harus sopan dan tertutup, cara bergaul antara perempuan dan laki-laki di larang berduaan. Ini yang disebut tindakan rasional berorentasi pada nilai.

Tindakan Afeksional

Tindakan Afeksional atau tindakan Afeksi merupakan tindakan yang menunjukkan kasih sayang atau menunjukkan emosi, menunjukkan emosi senang, yang terlihat dalam kasih sayang antar orang tua dan anak dan kasih sayang antar teman dengan teman. Ini yang disebut dengan tindakan Afeksional.

Tindakan Tradisional

Tindakan Tradisional adalah tindakan yang diwariskan secara turun temurun didalam masyarakat. Namun terkadang tidak disertai dengan pengetahuan terhadap makna dari tindakan-tindakan tersebut. Misalnya kebiasaan-kebiasaan masyarakat Indonesia tahlilan, kenduri dan pesta perkawinan dan lainnya. Inilah yang dimaksudkan tindakan tradisional.

Demikianlah penjelasan tentang sosiologi dan tokoh-tokoh sosiologi serta pemikiran dari masing-masing tokoh. Pada tulisan ini saya membaginya menjadi dua bagian disebabkan mengikuti tahapan dalam penyampaian ketika berdiskusi dimeja paling kanan kemarin terkait sosiologi dan tokoh-tokoh pemikirannya. 

Sosiologi serta Pemikiran Tokoh-Tokoh Sosiologi Bagian

Secara simpel dapat dikatakan diskusinya berjalan selama dua hari dengan materi yang dibagi menjadi dua tahap. Sampai berjumpa di bagian ke II. Terimakasih.

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel