Catatan Nikmat Kehidupan (Tak Ada yang Kekal )

Di dalam kehidupan ini tidak ada yang namanya nikmat yang abadi (kekal). Kita menikmati sebuah nikmat tetapi nikmat tersebut hanyalah sementara saja.

Sampai sekarang saya belum temukan orang dengan argumen yang begitu kuat menyatakan bahwa nikmat yang ia rasakan di kehidupan ini benar-benar abadi (kekal).

Saya menulis pernyataan ini bukan berarti saya kufur terhadap nikmat-nikmat Sang Ilahi. Saya menulis pernyatan ini untuk mengajak semua pembaca tulisan ini berpikir tentang “Apakah Nikmat itu Abadi (kekal) ?

Bagi saya, orang gila yang baru belajar menulis ini. Nikmat yang kita rasakan sampai detik ini, itu hanya berbau sementara. Nikmat makan (sementara), nikmat banyak harta (sementara), nikmat berparas tampan/cantik (sementara), nikmat punya istri/suami (sementara), bahkan hingga nikmat usia (umur) pun sementara.

Kalaupun semua nikmat itu abadi (kekal), berarti para pendahulu kita hingga setingkat manusia pertama pun (Adam & Hawa) masih hidup ! Sayangnya nikmat itu diberi Sang Ilahi hanya sementara (terbatas).

Saya mencoba menggali lebih sedikit kedalam, bahwa ketika seseorang itu diberi nikmat kehidupan oleh Sang Ilahi, Itu artinya harus ada timbal balik disana yaitu nikmat kematian.


Kita harus paham secara mendalam bahwasanya bumi ini juga terbatas untuk semua makhluk hidup. Coba anda bayangkan jikalau semua makhluk hidup di muka bumi ini sedari manusia pertama (Adam & Hawa) dan makhluk lainnya, diberi nikmat oleh Sang Ilahi usia (umur) tak terbatas, abadi (kekal).

Waduh, bisa-bisa kita jalan pun sesak, bertabrakan satu dengan yang lainnya karena saking banyaknya makhluk hidup. Nanti makan pun kita berebutan sampai setingkat pakaian pun demikian. Gunung juga sudah tak kita nikmati, karena semuanya sudah dijadikan tempat tinggal (rumah).

Makannya dari itu saya ingin bilang bahwa semua yang ada di kehidupan ini terbatas. Nikmat yang kita nikmati di kehidupan ini juga tak abadi (kekal). Maka bersyukurlah, walaupun bersyukur saja tak cukup.

Oleh: Ikky Ahdian Umage

Belum ada Komentar untuk "Catatan Nikmat Kehidupan (Tak Ada yang Kekal )"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel