Belajar Tentang Ideologi Politik Anarkisme dan Fasisme

1. Anarkisme

Anarkisme merupakan sebuah sistem sosial tanpa pemerintahan yang berkembang di Abad ke-20 di Chicago, Amerika Serikat. Dengan kata lain, paham ini tidak menghendaki pemerintahan, masyarakat tanpa negara, kehadiran lembaga hanya bersifat sukarela.

Maka dengan itu landasan yang dipegang oleh para anarkis (sebutan pengikut ideologi anarkisme) adalah teori politik yang bertujuan untuk menciptakan masyarakat tanpa hirarkis, baik dalam politik, ekonomi maupun sosial.

Anarkisme juga, selalu berusaha mempertahankan dan meyakini pemahaman yang mengatakan bahwa ketiadaan aturan-aturan adalah sebuah format yang dapat diterapkan dalam sistem sosial dan sekaligus dapat menciptakan kebebasan individu dan menghadirkan kebersamaan sosial. Sebab para anarkis memandang bahwa tujuan akhir dari kebebasan dan kebersamaan sebagai sebuah kerjasama yang saling membangun antara satu dengan yang lainnya.

2. Fasisme

Fasisme adalah ideologi politik yang memiliki tujuan untuk membuat individu maupun masyarakat berpikir dan bertindak seragam. Sebagai paham yang berlandaskan prinsip kepemimpinan dengan otoritas yang mutlak, maka kepatuhan menjadi unsur terpenting dalam ideologi fasisme, dan paham ini terlihat selalu mengedepankan anggapan bahwa musuh akan tetap ada, sehingga suatu kepemimpinan harus wajib dibekali militer yang kuat dalam menjaga keamanan negara dan bersiap menghancurkan musuh, dimana musuh asosiasikan dalam kerangka konspirasi dari ideologi lain. Maka dengan begitu juga paham ini menganggap musuh berada dimana-mana dan tak hanya di medan perang melainkan dalam bangsa sendiri seperti kelompok yang tidak sesuai dengan ideologi bangsa.

Maka tidak heran individualitas dalam negara fasisme menjadi hilang karena pengikut otomatis menjadi kelompok yang homogen, dan dimana individu hanya diperlakukan sebagai alat pembangunan negara fasisme. Kenyataan inilah yang menghadirkan massa mengambang karena tidak bisa terlepas dari belenggu penguasa yang anti terhadap keberagaman.

Dalam negara berideologi fasisme biasanya para elite politik dan elite ekonomi kapitalis bekerjasama dengan negara, dan memaksa membentuk partai tunggal yang memiliki misi memobilisasi massa suatu bangsa hingga terbentuknya manusia baru yang ideal bagi mereka agar dapat membentuk pemerintahan melalui eugenika kebijakan keluarga, pendidikan fisik dan indoktrinasi sehingga berkemampuan perang yang kuat.

Para fasisme menggunakan kekuatan dan kekerasan bersama dengan semua gerakannya bermuatan propaganda, bahkan menggunakan genosida dilakukan demi untuk mencapai tujuan mereka.

Dengan demikian begitu jelas bahwa pemerintahan fasisme bersifat otoriter. Dengan ciri-ciri sebagai berikut:

1. Sistem pemerintahan satu Partai

2. Negara dijadikan alat permanen untuk mencapai tujuan negara

3. Mempercayai adanya perbedaan antara orang yang memerintah dan yang diperintah, yaitu antara massa dan elite

4. Membenci kemerdekaan berbicara dan berkumpul

5. Tidak rasional


6. Tidak mengakui persamaan derajat manusia

7. Tidak mengakui oposisi

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel