Apa yang dimaksud dengan Postmodernisme ? serta Ciri-ciri Postmodernisme

Postmodernisme adalah gerakan perubahan abad ke-20 yang hadir sebagai suatu ide baru, untuk menolak ataupun hadir sebagai pengembangan dari suatu ide yang telah ada. Misalnya ide maupun tentang teori atau pemikiran sebelumnya yaitu pemahaman Modernisme. 

Dimana postmodernisme hadir untuk memberikan kritikan-kritikan terhadap modernisme yang dianggap telah gagal dan dianggap bertanggungjawab atas terjadinya kehancuran martabat manusia. dengan kata lain, postmodernisme hadir dengan misi menggeser ilmu pengetahuan dari ide-ide modern menuju pada suatu ide baru yang dibawah oleh postmodernisme itu sendiri..

Kelahiran pemikiran postmodernisme tidak dapat dipisahkan dari pengaruh modernisme yang memiliki makna gemerlap dan progresif itu. Dimana modernisme juga selalu berjanji pada manusia untuk menuju pada perubahan yang lebih mapan, hingga semua kebutuhan akan dapat terpenuhi. Namun modernisme memiliki sisi gelap yang menyebabkan kehidupan kehilangan dioreantasi.

Anggapan disorientasi diatas ini diperkuat dengan pendapat filosof ternama. Yaitu, Antonio Giddens yakni, "modernisme menimbulkan berkembangbiaknya petaka bagi umat manusia". Maka para tokoh dan pemikir postmodernisme menghadirkan sebuah gagasan baru yang disebut dengan Postmodernisme, dalam rangka dekonstruksi paradigma terhadap berbagai bidang keilmuan dan sebagai upaya mengoreksi pandangan modernisme hingga menemukan paradigma baru. 


Selebihnya dari kehadiran postmodernisme ini juga memiliki keunggulan dalam menjelaskan pandangan dan pemikirannya. Yaitu penjelasan tentang, Ciri-ciri pemikiran postmodernisme sebagai berikut :

1. Dekonstruktifisme

Dekonstruktifisme adalah upaya untuk mempertanyakan ulang teori-teori yang telah mapan dibangun oleh pola pikir modernisme, untuk kemudian diselidiki dan disusun dengan teori yang lebih tepat dalam memahami kenyataan masyarakat saat ini. meliputi keberagaman dan juga realitas alam.

2. Relativisme

Relativisme merupakan pemikiran postmodernisme dalam perihal realitas budaya, nilai-nilai, kepercayaan dan lainnya. Dimana semua itu tergambar dalam penjelasan teori-teori yang dikembangkan oleh khususnya disiplin ilmu Antropologi.

3. Pluralisme

Pluralisme merupakan salah satu landasan pemikiran postmodernisme yang mengandung pengertian yakni, mentoleransi adanya keragaman pemikiran, peradaban, agama dan budaya. Sehingga terciptalah keadaan yang heterogen, bukanlah homogen. karena keragaman harus diperhatikan dan dihargai sehingga toleransi antar perbedaan selalu terjaga.

Terakhir, seperti halnya disiplin ilmu lain, postmodernisme juga memiliki Teori-Teori Sosial Postmodernisme sebagai berikut :

1. Teori Sosial Postmodern Moderat

Teori ini adalah teori yang menyatakan bahwa ada hubungan yang putus antara modernisme dengan postmodernisme.

2. Teori Sosial Postmodern Ekstrem

Teori ini mengatakan bahwa masyarakat modern telah digantikan oleh masyarakat postmodernisme

3. Posisi Teoritis

Teori ini berpandangan bahwa perbedaan antar modernisme dengan postmodernisme seharusnya bukan lagi menjadi sebuah hal yang diperdebatkan, akan tetapi bagaimana dari keduanya dapat saling bersama dan saling melengkapi kebutuhan hidup. 

Apa yang dimaksud dengan Postmodernisme ? serta Ciri-ciri Postmodernisme

Demikianlah penjelasan singkat tentang postmodernisme, yang menjadi pembicaraan orang banyak dalam melakukan kajian-kajian tentang manusia dan realitas sosial maupun ilmu pengetahuan. Sampai berjumpa dipembahasan postmodernisme selanjutnya.

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel