Puisi Penikmat Kehidupan

Ketika kita keliru dalam mengambil keputusan ! Tenanglah, pasti ada rencana Tuhan dibalik itu yang belum kita ketahui. Rencana indah yang masih jadi misteri, sebab suka dan duka ibarat dua mata uang yang saling mengikat. Manusia wajar khilaf sebab semua tahu kita tak sempurna.

Seperti awan hitam yang belum tentu mencurahkan hujan atau hujan yang turun di saat terik matahari. Tidak semua sesuai rencana manusia dan tidak semua tidak sesuai perencanaan kita. 

Hidup butuh keseimbangan, ketika tak mau berimbang maka keseimbangan itu akan bergerak dengan sendirinya. Bahagia dan sedih menjadi wajib untuk dihadapi dan tantangan untuk menikmati. Sabar menjadi penengah yang damai serta usaha keras dan titik tertentu yang menjadi motivasi. Inspirasi-inspirasi mampu datang dari mana saja, namun menjadi diri sendiri tetap lebih berarti.

Kita tetap diuji, selalu diuji dan terus diuji oleh Tuhan. Semua yang manusia beragama mengetahui itu. Kadang sulit menikmati masa-masa jatuh tapi yakinlah tak selamanya seperti itu. 

Ada keindahan yang menanti, ada usaha yang harus dilakukan hingga semua terbukti tentang kebahagiaan.


Tekanan dan masalah sering hadir dan selalu hadir, hanya satu yang pasti, semua itu tetap ada. Terkadang teriakan dapat melegakan dan diam menjadi ketenangan. Ya ! semua ada porsinya masing-masing, mana yang kita pilih. 

Menikmati tantangan kehidupan menjadi menantang. Ketenangan terganggu, kenyamanan terhapus dan menentukan waktu tujuan. Semua itu siklus, cukup pahami di bagian mana kita berada. 

Tetap berpikir jernih, kurangi galau dan jemput semua keindahan yang Tuhan sediakan. Maka kita menjadi penikmat kehidupan yang damai dalam semua fenomena kenyataan.

Baca juga puisi :

Puisi Kehidupan Pagi yang Ceria

Puisi Kehidupan Singkat Hujan Pagi

Puisi Kehidupan Manusia untuk Kemanusian

Puisi Kehidupanku Tak Serumit yang Kalian Pikirkan

Puisi Penikmat Kehidupan

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel