Puisi Perihal Dirimu yang Menunggu

Puisi Perihal Dirimu yang Menunggu

Perihal dirimu yang menunggu. Tenanglah, hati ini telah mendeklarasikan cinta hanya untukmu. Aku tak perlu berjanji sebab kau mungkin sudah bosan menyantap hidangan janji.

Cinta menjabarkan berjuta makna, menghadirkan misteri yang kadang bertentangan dengan logika. Angin terus bertiup, menandakan masih ribuan cinta bertaburan di jagad raya.

Aku hanya meminta sebagian sabar dan percayamu. Sabar menanti dan percaya bahwa aku akan menemui mu.

Memberi salam hangat tepat di depan pintu rumahmu. Apakah kehadiranku mengejutkan atau tidak, kita lihat saja nanti.

Aku hanya takut berjanji, warna-warni kesalahan pernah hadir dalam kisah ku karena kekhilafan terdahulu. Berbagai rasa pahit telah bosan aku telan. Manis dan pahit kadang sulit aku bedakan saat ini.

Tenanglah, aku akan menjemputmu. Menjadikanmu bidadari Tuhan di bumi. Menjadikanmu permata yang tetap berkilau. Menjadikanmu masa depan kita.

Cinta tak juga harus berlebihan lewat ungkapan tapi harus dijabarkan dengan tindakan. Tanpa paksaan, tulus dan ikhlas meskipun sulit.

Untuk dirimu yang menunggu di tepi pantai, nikmatilah pesona pesisir yang membentang luas. Menunggu tak harus diam, nikmati masa itu dengan banyaknya pilihan bahagia tanpa diriku. Hingga saatnya tiba, kita pasti bertemu segera, tanpa basa-basi sebab hanya semua yang pasti.

Puisi Perihal Dirimu yang Menunggu
 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel