Mengapa Titip Salam Jika Bisa Silaturahmi

Mungkin dari para pembaca sering mengalami atau melakukan hal ini, titip salam pada salah seorang teman ketika sedang berkomunikasi dengan teman lain yang saling mengenal via telepon atau pesan singkat.

Misalnya saya sedang berkomunikasi dengan seorang teman lalu dia bertanya ada dengan siapa ? dan saya menjawab bersama dengan si A lalu dia mengatakan salam ya sama si A !

Saya sering menjawab katakan saja sendiri, mengapa harus melalui saya, toh jaman sudah moderen jadi anda cukup menghubunginya via telepon, whats app, facebook dan lainnya.

Mengapa saya mengatakan demikian ? karena kita hanya tinggal dalam satu daerah yang sama. Mengapa tidak saling menyapa secara langsung. Sibuk ? itu hanya alasan yang bagi saya tidak masuk akal sebab sesibuk apapun kita pasti memiliki kesempatan untuk bertemu atau saling menyapa. Itu mengapa semua agama mengajarkan tentang hubungan silaturahmi antara manusia dalam menjalani kehidupan bermasyarakat.

Berbeda halnya ketika kita tinggal berjauhan, beda kota, pulau atau provinsi. Pada kondisi seperti ini maka wajarlah kita menitip salam kepada seorang teman melalui teman yang lain saat sedang berkomunikasi.


Ketika tinggal dengan jarak yang sangat jauh sangat kecil peluang kita untuk dapat langsung bersilaturahmi. Namun, jika hanya tinggal dalam satu kota atau daerah yang sama, lebih baik melakukan silaturahmi secara langsung.

Jika anda termasuk orang yang sering titip salam kepada orang lain, padahal hanya tinggal dalam satu kota yang sama maka kurangilah hal itu. Datangi orang tersebut secara langsung, lakukan silaturahmi meski hanya sebentar sebab silaturahmi lebih baik dan memperlancar rejeki.

Silaturahmi sangat penting, terutama dalam kehidupan berbangsa, beragama dan sosial. Ayo perbiasakan silaturahmi dengan teman-teman yang jarang bertemu dalam satu daerah tempat tinggal yang sama.

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel