Puisi Pendek - Gadis Desa Pesisir Pantai

Puisi Pendek Gadis Desa Pesisir Pantai - Puisi gadis desa pesisir pantai ini merupakan inspirasi ketika saya pergi ke sebuah desa yang berada di pesisir pantai. Tujuan perjalanan saya yaitu melayat ke rumah teman yang ibunya meninggal dunia. Pemandangan saya hari berubah menjadi terpesona ketika melihat seorang wanita yang sedang sibuk di dapur untuk membuat kue.

Seketika membuat saya tertarik, entah kenapa ! saya sendiri tidak mengetahuinya. Mungkin karena sudah lama tidak melihat hal-hal seperti itu. Mungkin sebagian lelaki akan berbeda persepsi dengan saya dan itu wajar saja tapi bagi saya sejak hari itu menjadi sadar bahwa ternyata seorang wanita semakin terlihat menarik ketika beraktivitas di dapur.

Kebetulan wanita tersebut juga saya kenal karena sempat bersama-sama di perantauan ketika sedang menempuh pendidikan perguruan tinggi. Saya mendekat dan bertegur sapa, sejenak wanita tersebut tersipu malu dan kurang percaya diri karena mungkin sedang dalam kondisi tidak rapi dan berdandan. Namun, tanpa dia sadari dia semakin menarik bagi saya sehingga saya mendekat untuk lebih mendekatkan pandangan saya.

Puisi Gadis Desa Pesisir Pantai


Angin dan ombak bernyanyi di pesisir pantai
Membelai pasir putih yang bertapa
Sejenak aku berteduh di pohon kering
Membersihkan kotoran jasad dan pakaian
Menyiapkan jiwa untuk melihat birahi
Engkau masih misteri dalam kehendak manusia

Gadis desa di pesisir pantai
Sore tak menyapa kami kala itu
Kau berayun di alam Hawa
Menarik hati ini untuk makin penasaran
Jangan takut, kau alihkan sudut pandanganku

Melukis aura cantik yang unik di kesunyian desa
Mengajarkan inspirasi baru
Mengetuk kata hati yang lama hilang
Kau menarik dengan aktivitas
Pesonamu terpancar tanpa tirai
Aku terpesona melihatmu

Tanpa tinta alis
Tanpa lipstik
Tanpa bedak
Hanya hiasan asap dapur yang menempel
Hanya alat masak yang menjadikanmu anggun

Kau menarik hatiku
Menguji perhatianku
Sampai aku pulang membelakangimu
Tak perlu malu dan berpaling
Kau gadis desa yang aku damba

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel