Puisi Pendek - Kau Mengajarkan Tentang Ego

Puisi Kau Mengajarkan Tentang Ego
Puisi Pendek Kau Mengajarkan Tentang Ego - Puisi kau mengajarkan tentang ego menceritakan kisah cinta yang penuh akan ego sepihak. Ternyata benar ungkapan bahwa kedewasaan bukan tentang usia tapi tentang seseorang yang mampu mengendalikan keinginan berlebihannya pada seseorang dengan baik.

Seorang wanita yang hadir sebagai pelengkap kekuranganku dan mengajarkan tentang cara aku bersahabat dengan egoku. Ini lebih tentang kebijaksanaan, bukan tentang kepintaran atau kecerdasan sebab orang yang berakal belum tentu mampu mengendalikan egonya dengan sebaik-baiknya.

Segeralah hijrah menjadi baik, sebab penyesalan akan hadir ketika hubungan percintaan kandas di tengah jalan kisah cinta. Ketika itu terjadi, kata maaf hanya akan tersurat dan orang yang kita cintai akan mulai berbeda tentang perasaannya.

Puisi Kau Mengajarkan Tentang Ego


Kita berbeda dalam usia
Penyataan mereka benar
Lebih tua bukan berarti dewasa
Muda belum tentu kekanakan
Manusia memiliki kehendak yang selalu bergejolak
Ego yang menjadi buas dalam cinta

Ego itu manusiawi, namun bukan alasan
Egoku hilang kendali hingga menjalar ke ubun-ubun
Aku menjadi aku menurutku
Menjadi aku yang berlebiham dalam kehendakku

Suaramu hanya bagai tiupan angin yang menuju puncak
Hilang dilupakan oleh egoku
Kini, penyesalan menjadi bendera setengah tiang
Yang cukup dikenang ketika tersentak

Kau mengajarkanku tentang ego yang tak perlu dipupuk kala musim hujan
Ego yang perlu dilunakkan ketika musim kemarau
Kehendak yang berubah menjadi buas

Kini aku sadar, jika egoku menjadi penyakit buta
Maafkan aku tanpa ucapan
Sebab suara ini tak lagi kau dengar
Kini egoku dibenahi serapi susunan kenyataan

Kau menjadi sebagian pahlawan dalam keegoan hidupku
Semoga kesadaran ini menjadi karakter yang akan ku pendam
Hingga aku benar-benar mampu bersahabat dengan egoku
Dan hidup tanpa diperbudak keinginan yang tuli

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel