Puisi Pendek - Cinta Kita di Pagi itu

Puisi Cinta Kita di Pagi itu
Puisi Pendek Cinta Kita di Pagi itu - Puisi cinta kita di pagi itu berawal dari suatu pagi dalam rutinitas kerja. Sosok gadis yang baru saja hadir dalam dunia pekerjaan yang sama. Pagi itu, sang gadis hadir dan duduk di kursi piket kantor. Sedikit melirik dan sikap penuh cuek tergambar dari sosok pria yang awal bertemu.

Waktu terus mengalir dan mereka saling berkenalan hingga makin saling mengenal. Rasa sebagai manusia akan cinta mulai menyapa di antara mereka hingga mulai saling mencintai.

Berawal dari pagi itu, pagi yang mendung dalam aktivitas. Pagi menjadi awal pandangan kedua anak adam dan pagi menjadi kisah yang mulai diperankan.

Puisi Cinta Kita di Pagi itu


Langkah ini terayun seperti pagi yang lalu
Sosok wajah asing terdiam duduk di kursi piket
Mata ini hanya sekilas melirik
Hatipun acuh akan lirikan itu
Kau, iya kau
Saat waktu mempertemukan pagi

Perkenalan awal diringi senyum malu
Wajah merah meronamu belum tampak
Saling cuek sambil menggali rasa suka
Sentuhan tanganmu belum menyengat kulitku
Tapi rasa mulai berkedip
Entahlah, anugerah cinta dari sang pemilik cinta

Hari-hari berganti dan akrab bersama kita berdua
Suaraku dan suaramu mulai rutin berbalas nada
Bukan lagu, hanya irama cinta yang terbesit rasa
Aku dan kamu membuahi cinta
Berawal dari pagi yang mendung

Cinta teratur dengan tenang dalam banyak misteri
Lahir dari budaya dan latar berbeda
Kita hanyut dan menikmati cinta
Sedikit bersembunyi dari kenyataan yang menyapa
Kita saling mencintai dalam ketenangan
Dan membangun tiang-tiang agung atas nama cinta

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel