Menggali Pokok Pemikiran Mao Zedong

Mao Tse Tung atau lebih dikenal dengan Mao Zedong pada tahun 1921 Mao Zedong termasuk dalam 12 orang pendiri partai komunis di China, walaupun karir politik terbilang lambat namun pada sekitar tahun 1935 Mao Zedong berhasil menduduki puncak kekuasaan sebagai ketua partai komunis China. Mao Zedong memimpin partai komunis di China dan memimpin kekuasaan politik di China selama 27 tahun, dan mengantarkan Partai Komunis meraih puncak kejayaan di China dan Mao Tse.

Mao Zedong juga disebut sebagai orang yang mengantarkan China kepada modernisasi dan mengembangkan pendidikan serta merubah sistem ekonomi negara yang kapitalistik menjadi Sosialisme, walaupun secara politik Mao Zedong memimpin dengan cara totaliter dan militeristik secara ketat. diketahui Mao Zedong mengembangkan pengaruh Sosialisme di segala bidang kehidupan di China dari tahun 1935 sampai tahun 1976.

Salah satu perubahan dan pengembangan dalam bidang ekonomi negara China terlihat dalam kebijakan yang dikeluarkan pada akhir tahun 1950, yakni mengintensifkan produksi dengan menggunakan tenaga manusia dalam komunitas bidang pertanian. Walaupun begitu banyak yang menilai bahwa kebijakan yang diambil oleh Mao bersifat utopis yang berlatar belakang dari komunis rakyat. 

Namun, Mao menunjukkan bahwa kebijakannya dilandasi oleh strategi rekontruksi dasar pemikiran gerakan Komunis China diawal yang berbasis pada petani. Yakni mengutamakan petani sebagai kekuatan pokok revolusi, menempatkan tentara secara menyeluruh untuk melindungi keutuhan hidup partai dan menjadikan daerah pedesaan sebagai tempat hidup rakyat sekalian letak dasar perjuangan.

Sejauh yang terlihat pemikiran sosialisme Mao sangat berpostur pemikiran seorang Marx dan juga Lenin, dengan mendasarkan pemikirannya tentang perjuangan antar kelas. Terlebih menurutnya, agar terciptanya masyarakat modern tanpa kelas maka yang harus dilakukan ialah bagaimana memandang realitas internal yang ada serta pandangan masyarakat tentang realitas itu harus dipersatukan. Begitu juga dengan peran negara yang harus dapat mengatasi adanya kontradiksi dalam kehidupan masyarakat.

Pemikiran-pemikiran sosialisme yang tergambar dalam partai komunis China ini kemudian dikenal dengan istilah Maoisme. Dalam paham ini Mao Zedong melakukan seperti apa yang dikemukakan oleh pemikiran dari Marxisme dan Leninisme, namun dari sebagian kelompok Maoisme menganggap Mao melakukan dan memberi tambahan berarti pada pemikiran Marx. Oleh karena itu, kelompok ini menyebut diri mereka Marxis-leninis-Maois (MLM).

Terlebih kelompok MLM menganggap bahwa paham Maoisme lahir di China yang memiliki kesamaan tujuan dengan Leninisme, akan tetapi perbedaannya berada pada titik fokus pemanfaatan kelompok, dimana Maoisme lebih condong ke masyarakat miskin pedesaan sedangkan Leninisme lebih ke masyarakat miskin kota. Para petani desa yang diberdayakan oleh Maoisme, termasuk di bagian militer yang dihubungkan langsung dengan ideologi partai secara integral mengenai strategi militer. 

Mao Zedong juga membuat pasukan cadangan dari petani yang dipersenjatai untuk membuat revolusi. Pemikiran-pemikiran Mao diatas ini kemudian dijadikan doktrin resmi partai komunis Republik Rakyat Tiongkok (RRT) hingga sekarang.
 

Diketahui pemikiran Mao Zedong ini kemudian menyebrang ke Nusantara dan menjadi salah satu inspirasi yang dikembangkan oleh DN Aidit dan juga oleh Ir. Soekarno dengan konsep Marhaenisme di Indonesia. Terima kasih.

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel