Puisi Pendek - Perantau Pantang Menyerah

Puisi Perantau Pantang Menyerah
Puisi Pendek Perantau Pantang Menyerah - Puisi perantau menceritakan tentang semangat sekaligus pesan bagi orang-orang merantau meninggalkan meninggalkan keluarga, rumah dan kampung halaman yang merupakan tembat tumbuh besar bagai surga kehidupan.

Perantau pantang menyerah sebab dibesarkan oleh kehidupan yang mandiri. Menjadi manusia yang susah dan senang silih berganti secara rutin. Namun, perantau mampu membuat susah menjadi senang meskipun hanya lewat rasa yang berusaha dirasakan. Mampu menjadi manusia yang dapat bergaul dan berbaur di mana saja dia berada.

Puisi perantau ini juga merupakan salah satu permintaan dari teman saya sekampung yang sama-sama kita dalam perantauan.

Puisi Perantau Pantang Menyerah


Dunia menjadi sempit ketika dijelajahi
Anak-anak mulai tumbuh dan dewasa
Memulai perjalanan dengan sebungkus pakaian
Memetik kemandirian yang bertaburan
Demi dewasa bersama kehidupan

Meninggalkan surga kecil tempat dibesarkan
Harum rumah semakin tercium
Sebab itulah pengingat rindu
Penyemangat hidup untuk kembali bermanja
Aku anak perantau
Mencari jawaban-jawaban makna kehidupan
Jati diri yang bersembunyi layak dibangunkan

Anak perantau pantang menyerah
Semua cerita hati dibuat bahagia
Sebab aku telah kebal akan susah
Aku melihat sedih dari sudut senang
Kulit tubuh tebal terhadap keluh kesah
Perantau menjadi raja dalam duniannya

Merubah susah menjadi senang
Menabur senyum kemanusiaan
Menjadi manusia sosial di bawah langit berpijak
Bangga dan bersyukur menjadi perantau

Bukan tentang menaklukkan dunia
Tapi mampu menjadi dunia buat sesama manusia
Bukan tentang kesombongan
Sebab perantau dibesarkan oleh kerendahan hati
Jadilah perantau yang bermakna
Hingga nilai-nilai kehidupan menjadi mutiara yang indah dimiliki

Baca juga :

Puisi Kehidupan Pagi yang Ceria

Puisi Titik - Titik Hujan Perasaan

Puisi Selow Menikmati Hidup

Puisi Menggapai Impian yang Tinggi

Puisi Renungan Malam yang Sunyi

Musikalisasi Puisi Perantau Pantang Menyerah

2 Komentar untuk "Puisi Pendek - Perantau Pantang Menyerah"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel