Puisi Pendek - Cukup Melihatmu Untuk Bahagia

Puisi Cukup Melihatmu Untuk Bahagia
Puisi Pendek Cukup Melihatmu Untuk Bahagia - Puisi cukup melihatmu bahagia untuk bahagia menceritakan sepasang kekasih yang telah berpisah dan menjalani kehidupa mereka masing-masing.

Si wanita yang semakin hari makin hilang tidak ada kabar sama sekali. Padahal sang pria bermaksud untuk selalu menjaga hubungan silaturahmi yang baik di antara mereka.

Namun, entah kenapa si wanita semakin hilang ditelan bumi, semua akun media menolak untuk berteman dengan si pria. Terkadang pria ini rindu untuk dapat bertemu atau saling menyapa di medsos walau hanya sesaat.

Ketika rindu itu datang menghampiri perasaan hati pria ini, dia hanya dapat melihatnya foto wanita bersama teman-temannya dalam aktivitas mereka jika diposting oleh salah seorang teman wanita tersebut. Sehingga cukup melihat si wanita saja melalui foto untuk mengobati rasa rindu.

Puisi Cukup Melihatmu Untuk Bahagia


Kau jauh dan akupun jauh
Memang, tatapan mata tak mengizinkan
Aku tak sedih, tak perlu juga kau tahu
Entah kenapa, rindu ini kadang menepuk akalku
Sempat berpikir mungkin ini rindu dua arah
Ah sudahlah, mungkin hanya imajinasiku yang sedang mabuk

Penyesalan kadang menghantuiku
Namun, itu wajar saja bagiku
Rasa cinta tak perlu dibenamkan
Biarlah terus merasa hingga jenuh
Meskipun kita tak bersama

Ketika problem kehidupan datang
Saat-saat pikiran ini bekerja keras
Cukup bagiku melihatmu dari kejauhan
Biar menatapmu melalui akun medsosmu
Aku senang dan bahagia
Mengetahui pembaharuan dirimu dalam diamku

Jika nanti rasa ini mulai menghilang
Jika nanti bayanganmu mulai lupa untuk datang
Mungkin telah hadir sosok penggantimu
Dia yang Tuhan titipkan untuk tatapanku
Cinta yang memperindah bahagiaku

Kita tak bersama pasti mengandung arti
Dia lebih baik untukmu dan
Dia lebih baik untukku
Jangan hiraukan kita yang lalu
Cukup syukuri dia yang sekarang
Hingga bahagia menjadi obat kehidupan
Dan sedih menjadi penawar kekhilafan

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel